Subscribe:

Rabu, 11 Januari 2012

BIDADARIKU



















Sang bidadari tertidur pulas di atas dipan tua.
Aku tatap wajahnya penuh dengan cinta dan sayang.
Sekali terlihat wajahnya bagai bagai bulan purnama.
Dan sekali pula ku lihat wajahnya bagai bulan kesiangan.

Apa gerangan yang engkau pikirkan bidadariku.
Sa'at wajahmu seindah bulan purnama di malam hari.
Sang bidadaripun hanya tersenyum manis seraya berkata.

(ADANYA ENGKAU PANGERAN, HATIKU SLALU BAHAGIA)

Sa'at bibirku bertanya padamu bidadari hatiku.
Mengapa wajahmu bagai rembulan kesiangan.
Seakan ada yang menggangu pikiranmu.
Percayalah aku sangat mencintaimu apapun adanya dirimu.
Engkau hanya berucap kata: (AKU TAKUT KEHILANGANMU)

0 komentar:

Posting Komentar