Subscribe:

Minggu, 13 November 2011

PERSEMBAHAN TERAKHIRKU

Gerbang kebahagian mulai terbuka.
Saat mentari bersinar penuh pesona.
Nyanyian menyambut hangat belaian sang permaisuri.
Saat itu pula hatiku mulai berkarya hati yang terluka.

Air mataku seakan mewakiliku dalam kebahagianmu.
harmoni kehidupan menantimu dipelaminan biru.
Gerak jiwaku merintih dalam kebahagiaanmu.
Menggabungkan cinta & dan luka dalam jiwa & raga.

Menjadi suatu mahakarya sang pujangga yang terluka.
Untuk hiasan pada bingkai kehidupanku dalam percintaan.
segarnya udara memberimu harapan kebahagian dalam pernikahan.
Untuk memberikan fenomena pada bait2 puisiku yang terluka.

Getaran, emosi & naluri melambai-lambai
Seolah sedang menanti diriku untuk merebutmu kembali.
Irama & sorakan syair merdu menyambut dalam geteran keraguan.
Tawa sang rembulan menggema pada setiap dinding cakrawala.

seakan menertawakanku dalam percintaan.
Gembiramu adalah senyum manisku penuh kesedihan.
Melewati misteri & keheningan kegelapan malam.

Dan aku tetap ada untukmu dalam jalinan persahabatan.
Biarlah aku disini merangkai doa-doa untukmu bahagia.
Walau ku tau, aku takkan pernah rela kau bersanding dengannya.

0 komentar:

Posting Komentar