Sabtu, 01 Oktober 2011
SANG PENYAIR BUKANLAH PEMAIN CINTA
Seoran penyair terpaku pada keindahan,
Puisi seakan mampu menilai stiap keindahan.
Mampu menjadikannya lagu dalam tembang.
Tetapi mata tak pernah ragu pada pada siang.
Siang yang lembut hilang perlahan.
Malam datang menutup siang.
bulanpun datang seiring bintang yang gemerlap.
Gerimis turun mengiringi malam.
penyair keindahan berebut mencipta sinar malam.
Penyair mengabadikannya dalam bait bait puisi.
tetapi malam adalah pentunjuk.
Menjadi guru ketika sang penyair kehilangan arah.
Berharap malam membawa petunjuk penuh tanda.
Sebab di setiap keindahan, ada bait menuju kata.
Matahari terbit dengan cahaya kemerahan.
kata kata malam merangkum sejumlah keindahan,
Cumbu dan hasrat membara memilikimu.
Aku penyair cinta mengagumi setiap inci wajahmu.
Tetapi, sang penyair bukanlah pemain cinta.
Dari setiap kata yang kumiliki.
kuciptakan untukmu bulan yang melekat indah di wajahmu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar