Bertali arus dugaan tiba Menakung sebak airmata
Namun tak pernah pun setitis Gugur berderai di pipi
Tidak ditempah hidup sengsara Suratan nasib yang melanda
Menongkah badai bergelora Diredah bersendirian
Bagaikan camar pulang senja Patah sayapnya tetap terbang jua
Sekadar secicip rezeki Buat yang sedang rindu menanti
Segenggam tabah dipertahankan Buat bekalan di perjalanan
Kau bebat luka yang berdarah Kau balut hati yang calar
Telah tertulis suratan nasibmu Derita buatmu ada hikmahnya
Terlukis senyum di bibir lesu Tak siapa tahu hatimu
Biarpun keruh air di hulu Mungkinkah jernih di muara
Biarpun jenuh hidup dipalu Pasti bertemu tenangnya
Sabtu, 24 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar