Kamis, 22 September 2011
CINTAKU BAGAI LILIN MALAM
Mungkin aku tak seterang matahari siang
atau mungkin tak seterang rembulan malam.
Aku hanya lilin kecil yang menyinari ruang cinta.
cahaya yang aku miliki tak mampu menyinari gedung cintamu
Aku hanyalah lilin yang kesepian di pertenganhan malam.
Bintang juga merasa tak berdaya berdaya membantuku.
walaupun ia ingin memberikan seluruh sinarnya padaku.
Bulan yang kilau kemilau hanya tertawa pada kesunyian ini.
Matahari tlah bersembunyi di balik gelap.
Bintang tak mampu berbuat apa yang aku minta untuk menemaniku bercanda.
Begitupun layaknya diriku bagai lilin kesepian.
Kau begitu jauh hingga cintaku slalu kedinginan.
Andai Kau rembulan malam...jangan tertawakan aku yang merintih pilu.
Kau dapatkan sinar matahari...hongga kau bercumbu dengan kunang2 malam.
Aku lilin...hanya bisa berhayal mendampingimu disaat kau tersenyum dilangit malam.
Dan aku akan menatap bulan dan mendengarkan percakapan semesta,
sambil berharap suatu hari nanti bulan akan dapat membagi sinar riang.
Jika hari itu tiba aku akan terbang ke langit.
Dan mengucap berjuta terima kasih pada rembulan malam.
kembali ke bumi menjadi lilin yang akan selalu riang menerangimu
Label:
CINTAKU BAGAI LILIN MALAM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar